Guna memastikan bahwa laporan keuangan dapat memenuhi tujuannya yaitu memberikan informasi yang dapat diandalkan dalam pembuatan keputusan ekonomi, IASB (International Accounting Standards Board) menyusun IFRS (International Financial Reporting Standards) dan International Accounting Standards (IAS) yang bertujuan memajukan konsep Akuntansi Nilai Wajar (Fair Value Accounting – FVA). Nilai Wajar dianggap sebagai basis pengukuran yang dapat diandalkan untuk setiap komponen asset dan kewajiban pada laporan keuangan dan mulai diberlakukan 1 Januari 2006.

Amerika adalah termasuk negara yang baru mengadopsi IFRS dan beberapa alasan untuk penerapan FVA adalah:
1. Keinginan Securities Exchange Commission (SEC) untuk meningkatkan transparansi informasi mengenai investasi
2. Komparabilitas terhadap perusahaan asing yang terdaftar di Bursa Amerika
3. Uni Eropa mensyaratkan penggunaan standar internasional yang menerapkan akuntansi nilai kini (present value accounting)
4. Kebutuhan pasar modal dan pengguna lain dari laporan keuangan untuk pengukuran nilai yang lebih akurat

IFRS mengadopsi dua model untuk mengakui properti dalam neraca keuangan yaitu: model biaya dan model Revaluasi dengan menerapkan Nilai Wajar (Fair Value)*. Apabila Nilai Wajar diterapkan,
maka diperlukan revaluasi aset dan pada kondisi tersebut Nilai Pasar akan menjadi salah satu alternatif pelaporan Nilai Wajar.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) saat ini telah mengeluarkan PSAK yang menerapkan model Nilai Wajar yaitu PSAK 16

File added : Wednesday, October 5th 2011.
Category : Ekonom Makro
reads: IFRS mengenai metodologi penilaian, mengadopsi IFRS, neraca keuangan, perlakuan akuntansi

Related Post Transformasi Penerapan Model Nilai Wajar

Tradisi Marxis Yang Sejati

Di abad XX gurauan jenaka dialektis ini telah menjelma menjadi masalah politik yang amat serius. Kita sudah menyaksikan timbulnya banyak macam aliran “Marxis” yang

Pengaruh Kenaikan BBM Terhadap Perekonomian Rakyat

Padahal untuk saat ini tidak aka nada kenaikan untuk BBm bersubsidi yang ada adalah pengurangan BBm bersubsidi itu sendiri maupun kenaikan harga pada sector

Just in Time dan Produksi Ramping

Just-in-time (JIT) adalah sebuah filosofi pemecahan masalah secara berkelanjutan dan memaksa yang mendukung produksi yang ramping (lean). Produksi yang ramping memasok pelanggan persis sesuai

Teori Akuntansi Semantika

Akuntansi adalah bahasa bisnis, dalam arti menyediakan dan mengkomunikasikan informasi keuangan suatu entitas binis kepada pihak yang berkepentingan, terutama di luar perusahaan. Bahasa adalah

Sistem Pembukuan Berpasangan Akutansi

Mempelajari sejarah dan perkembangan akuntansi sangat penting untuk memahami dan mengapresiasi baik praktik yang berlaku sekarang dan di masa depan maupun struktur institusi bidang