Paru-paru merupakan satu-satunya organ tubuh manusia yang berhubungan langsung dengan kualitas udara. Mereka yang hidup di dalam lingkungan berpolusi dan perokok pasif, beresiko mengidap kanker paru. Sementara perokok aktif beresiko lebih tinggi lagi.

“Resiko tertinggi untuk kanker paru adalah rokok,” kata Elisna Syahruddin, dokter spesialis paru dan pernafasan, di Jakarta, Rabu (1/5). “Penyebabnya (kanker paru) kita belum tahu dan pengobatannya juga terbatas.


Elisna menambahkan, gejala-gejala kanker paru antara lain batuk tanpa atau disertai darah, sesak nafas, nyeri di dada, serta turunnya berat badan. Dari seluruh jenis kanker, jumlah kasus kanker paru menduduki peringkat tertinggi bagi pria. Tingkat kesembuhan kanker paru terendah dibandingkan dengan jenis kanker-kanker lainnya.(BOG)

adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar.
Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita.

sumber : http://kesehatan.liputan6.com

File added : Sunday, July 15th 2012.
Category : Kesehatan
reads: Beresiko, Kanker, Perokok, Terkena, Tinggi

Related Post Perokok Beresiko Tinggi Terkena Kanker Paru

Awet Muda dengan Alpukat

Liputan6.com, Michoacan: Ingin awet nmuda, cobalah mengonsumsi alpukat. Menurut penelitian dari Meksiko, baru-baru ini, alpukat bisa membantu melawan penyakit tanda-tanda penuaan. Hal itu terjadi

Empat Langkah Buat Kulit Bersinar

Kulit bersinar dan sehat menjadi dambaan setiap orang. Beberapa produk kecantikan diluncurkan untuk membuat kulit bersinar. Namun, harga yang ditawarkan sangat fantastis. Ternyata ada

Bayi Tanpa Tempurung Kepala Meninggal

Sebuah kardus bekas mi instan seakan menjadi saksi bisu bagaimana Aprilia berjuang untuk bertahan hidup. Ditemani lampu bohlam lima watt, Aprilia terbaring lemah di

Bayi Kembar Siam Buleleng Masih Dirawat Intensif

Bayi kembar siam dempet dada asal Buleleng, Bali, kini diberi nama oleh orangtua bayi. Kedua bayi kembar siam itu bernama Emilia dan Amilia, sama

Pelajar Mata Rabun di Asia Meningkat

Liputan6.com, Australia: Lebih dari 90 persen anak-anak yang lulus sekolah di kota-kota besar Asia mengalami myopia atau mata rabun, menurut satu penelitian. Para peneliti