Sel sperma manusia adalah sel reproduksi pada jantan.
Sel sperma hanya akan bertahan hidup dalam lingkungan yang hangat, sekali meninggalkan tubuh kelangsungan hidup sperma berkurang dan dapat mengakibatkan sel mati, mengurangi kualitas sperma (Anonim, 2009a).
Sperma dan Hormon testosteron
Testis sendiri terdiri dari saluran buntu, yang disebut tubuli seminiferi yang bermuara kedalam epididymis. Dinding dalam tubuli tersebut dilapisi oleh selapis sel-sel bakal sel kelamin berbentuk bulat yang disebut spermatogonia. Diantara spermatogonia yang melapisi dinding tubuli seminiferi adalah sel-sel yang berbentuk langsing, letaknya berselang-seling dengan spermatogonia dan mengarah kedalam lumen. Sel tersebut adalah sel sertoli penghasil hormon testosteron (Toilehere, 1985).
Spermatogonia adalah sel sertoli disebut sel parenkim testis dan jaringan pengikat disekitarnya disebut stroma yang berfungsi sebagai penunjang, sedangkan sel-sel parenkim testis adalah sel fungsiona (Toilehere, 1985).
Testis adalah merupakan organ kelamin primer, sedang organ kelamin sekunder yaitu epididymis, vas deferens, urethra serta kelenjar yaitu kelenjar vasikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar cowper, dan organ kelamin luar yaitu penis dengan preputeum serta scrotum. Organ-organ tersebut sangat berperan dalam proses memghasilkan sperma untuk membuahi sel telur. Proses produksi sel kelamin jantan atau spermatozoa disebut spermatogenesis (Toilehere, 1985).
