Liputan6.com, Michoacan: Ingin awet nmuda, cobalah mengonsumsi alpukat. Menurut penelitian dari Meksiko, baru-baru ini, alpukat bisa membantu melawan penyakit tanda-tanda penuaan. Hal itu terjadi karena alpukat memperkuat pusat-pusat kekuatan sel terhadap radikal bebas berbahaya.
Sejumlah faktor lingkungan, seperti polusi, asap rokok, dan radiasi dapat mengubah molekul oksigen yang ditemukan dalam mitokondria menjadi radikal bebas. Molekul-molekul tidak stabil itu bisa menghancurkan molekul pembentuk sel, seperti lipid, protein, dan bahkan DNA.
Banyak penelitian antioksidan dalam sayuran dan buah-buahan, seperti wortel dan tomat. Ternyata alpukat adalah buah dengan kandungan antiokisidan tertinggi. Penggunaan nutrisi alpukat bisa menghasilkan energi untuk menyembuhkan fungsi sel bahkan dalam sel diserang oleh radikal bebas.
“Masalahnya adalah antioksidan dalam zat tersebut tidak dapat masuk ke mitokondria,” kata Christian Cortes-Rojo, peneliti di Universidad de San Nicol?s Michoacana de Hidalgo di Michoacan, Meksiko.
Selain itu, penelitian tersebut juga menemukan bahwa alpukat bisa menyembuhkan penderita diabetes. Alpukat menurunkan konsentrasi darah kolesterol dan lemak tertentu yang meningkat pada pasien diabetes.(ZeeNews/BOG)
adalah citizen journalism, ruang publik untuk menyampaikan berita dan informasi peristiwa yang terjadi di sekitar. Inilah tempat publik berperan aktif menjadi pewarta berita. Klik di sini untuk selanjutnya…
Kulit bersinar dan sehat menjadi dambaan setiap orang. Beberapa produk kecantikan diluncurkan untuk membuat kulit bersinar. Namun, harga yang ditawarkan sangat fantastis. Ternyata ada
Paru-paru merupakan satu-satunya organ tubuh manusia yang berhubungan langsung dengan kualitas udara. Mereka yang hidup di dalam lingkungan berpolusi dan perokok pasif, beresiko mengidap
Sebuah kardus bekas mi instan seakan menjadi saksi bisu bagaimana Aprilia berjuang untuk bertahan hidup. Ditemani lampu bohlam lima watt, Aprilia terbaring lemah di
Liputan6.com, Australia: Lebih dari 90 persen anak-anak yang lulus sekolah di kota-kota besar Asia mengalami myopia atau mata rabun, menurut satu penelitian. Para peneliti